Blog Mengulas Informasi Kesehatan dan Kecantikan

9 Cara Mencegah Kanker Serviks Dan Menghindarinya Sejak Dini

Kanker serviks merupakan penyakit yang banyak ditakuti oleh wanita karena dapat mengakibatkan kematian. Kanker tersebut biasanya menyerang dan berkembang di bagian leher rahim atau yang biasa disebut dengan serviks. Penyakit ini mampu menyerang wanita di segala usia, namun hanya mereka yang aktif secara seksual yang cenderung lebih beresiko terserang kanker serviks.

Cara Mencegah Kanker Serviks Sedari Dini

HPV atau Human Papillomavirus disebut-sebut merupakan penyebab utama munculnya kanker serviks dan virus tersebut biasanya ditularkan melalui kegiatan seksual. Kebanyakan wanita yang mengalami kanker serviks biasanya datang setelah gejalanya mulai parah dan tak lagi dapat di tolong. Sebetulnya penyakit ini bisa dicegah untuk meminimalkan resiko yang ada. Ingin tahu bagaimana cara mencegah kanker serviks ini, simak ulasannya berikut ini.

1. Lakukan Pemeriksaan Pap Smear secara Rutin

Tes Pap smear merupakan salah satu cara mencegah kanker serviks yang paling ampuh. Pemeriksaan ini berguna supaya dapat mendeteksi setiap perubahan yang ada pada serviks termasuk sel-sel di dalamnya yang berpoteni berkembang menjadi kanker.

Pap smear bukan untuk mengetes ada tidaknya sel kanker di dalam leher rahim, namun lebih untuk mengetahui kondisinya saja sehingga sangat penting untuk melakukan pemeriksaan tersebut. Wanita yang sudah mulai berhubungan seksual, terutama dalam rentang usia 25 hingg 49 tahun sangat dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan setidaknya sekali dalam tiga tahun. Dan pada wanita berusia 50 sampai 64 tahun, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan sekali dalam lima tahun.

Penelitian menunjukkan jika wanita yang suka bergonta-ganti dengan banyak pasangan lebih rentan dan berisiko terserang kanker serviks. Sehingga sangat penting untuk menjaga diri dan mencegahnya dengan melakukan pemerikaan pap smear secara rutin.

2. Lakukan Tes HPV

Selain pemeriksaan pap smear, cara selanjutnya untuk mencegah kanker serviks sejak dini ialah dengan melakukan tes HPV. Tes ini biasanya diambil dari hasil pemeriksaan pap smear yang sebelumnya Anda lakukan. Jika ada sesuatu yang tidak normal biasanya dokter akan langsung memberitahukannya, tes ini biasanya dilakukan ketika sudah berusia 30 an tahun secara seksual cukup aktif.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tubuh Anda terjangkit virus HPV, maka akan dapat dilakukan pengawasan dan pemeriksaan lebih mendalam untuk mengetahui tanda-tanda adanya sel kanker. Dan baru dapat dilakukan proses pengobatan.

3. Lakukan Vaksinasi HPV

Ada lebih dari 100 jenis virus HPV, dan hanya ada dua jenis virus yang mampu menyebabkan kanker serviks pada sebagian besar waniya yakni virus tipe 16 dan 18. Karena itulah diperlukan adanya suntikan vaksin HPV untuk mencegahnya enular dan memicu masalah yang fatal.

Waktu yang ideal untuk melakukan vaksinasi HPV adalah sebelum seorang wanita mulai aktif secara seksual atau saat masih remaja. Dan idealnya dilakukan dalam rentang usia antara 11 hingga 13 tahun. Tetapi Anda pun masih bisa mendapatkan vaksinai HPV maksimal sampai usia 26 tahun.

Meskipun Anda telah melakukan vakinasi HPV dan resikonya mungkin saja menurun, namun ini bukanlah jaminan bahwa Anda tak akan terserang kanker serviks. Yang paling penting ialah tetap melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin untuk mengetahui perkembangan sel-sel di dalam leher rahim secara kontinyu.

4. Hindari Kebiasaan Merokok

Tak hanya dapat menyebabkan berbagai macam penyakit yang berhubungan dengan pernapasan, merokok nyatanya juga dapat meningkatkan resiko terserang kanker serviks. Ini terjadi karena di dalam sebatang rokok terkandung banyak zat karsinogenik dan adiktif yang berbahaya bagi tubuh, seperti tar dan nikotin.

Merokok juga memicu aktifnya virus HPV di dalam tubuh sehingga membuat sel kanker mulai berkembang dan memperburuk keadaan. Jadi jika tak ingin ada bibit kanker yang tumbuh di tubuh Anda maka jauhilah rokok dan jangan sekalipun menyentuhnya.

5. Lakukan Seks secara Aman

Salah satu penyebab utama munculnya kanker serviks ialah karena adanya infeksi yang disebabkan oleh virus HPV. Munculnya virus ini sendiri akibat adanya aktivitas seksual secara bebas, artinya dengan lebih dari satu pasangan dan suka bergonta-ganti.

Cara mencegah kanker serviks yang paling mudah ialah dengan setia bersama satu pasangan saja. Selain itu juga lakukan tindakan pencegahan dengan melakukan seks secara aman dengan menggunakan pelindung, misalnya saja dengan kondom atau tampon (untuk wanita). Berhubungan seksual tanpa menggunakan pengaman dapat meningkatkan risiko terserang kanker serviks.

Penggunaan alat kontrasepsi lainnya seperti pil atau suntik tidak dapat mengurangi risiko kanker serviks tetapi lebih untuk mengontrol kehamilan. Jadi jangan berpikir jika ssudah menggunakannya akan aman dari risiko serangan kanker serviks.

Karenannya berpikirlah ulang jika ingin berubungan seks secara bebas. Selain dapat enyakiti hati pasangan karena tak setia, Anda juga sangat berissiko mengalami masalah penyakit seksual lainnya selain kanker serviks tentunya.

6. Atur Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat

Meskipun berat badan dan juga makanan tak secara langsung dapat berpengaruh pada sel kanker, namun menjaga pola makan dan gaya hidup sehat merupakan langkah awal pencegahannya yang juga tak kalah penting.

Beberapa jenis makanan tertentu bahkan telah terbukti dapat mengurangi risiko terserang kanker serviks. Sayuran kaya antioksidan penting seperti kembang kol, brokoli, dan beberapa sayuran hijau lainnya dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan pemulihan sel yang terinfeksi HPV. Jangan lupa untuk mengkonsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian setiap hari secara seimbang.

Bukan hanya memperbanyak makan sayuran dan buah, tetapi Anda juga harus menjauhi makanan olahan dan junk food. Sebab di dalamnya hanya mengandung kalori kosong, maknanya tak ada satu nutrisi pun yang terkandung di dalamnya. Misalnya seperti mi instan, makanan kalengan, fast food dan makanan berpengawet lainnya.

7. Olah Raga

Olah raga secara teratur diketahui juga sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Misalnya dengan olah raga kardio akan meningkatkan kinerja jantung dalam memompa darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh sehingga memaksimalkan sistem metabolisme.

Masih banyak jenis olah raga lainnya yang bisa Anda lakukan, seperti bersepeda, berenang, senam atau yoga dan banyak jenis olah raga lainnya. Paling tidak lakukan olah raga 60 menit dalam satu minggu, kalau pun tidak ada waktu karena kesibukan Anda masih bisa menggantinya dengan aktifitas fisik lainnya. Sebab aktifitas fisik akan membuat tubuh lebih sehat dan kuat.

8. Istirahat yang Cukup

Tubuh yang lelah dengan asupan nutrisi yang kurang biasanya akan lebih mudah terserang berbagai macam penyakit termasuk kanker serviks. Ini karena sistem kekebalan tubuh sedang dalam kondisi yang tidak prima sehingga tak mampu melawan infeksi atau serangan kuman dan virus di dalam tubuh.

Untuk itulah pentingnya beristirahat yang cukup, dalam sehari minimal waktu istirahat mencapai 7 sampai 8 jam untuk orang dewasa. Istirahat yang cukup akan mmemberikan waktu pada organ tubuh untuk beristirahat dan memulihkan diri. Sehingga kinerjanya selalu maksimal dan terkontrol.

9. Selalu Tanggap Kondisi Diri  Sendiri

Gejala awal adanya kanker serviks ditandai dengan adanya pendarahan vagina. Misalnya ketika sehabis berhubungan intim, pendarahan di luar masa haid dan setelah menopause. Biasanya ditandai dengan rasa kram di perut yang sangat menyakitkan dan tak tertahankan.

Tanda-tanda tersebut bisa saja karena masalah lain dan bukan karena adanya kanker serviks, untuk memastikannya Anda dapat berkonsultasi langsun dengan ahli kandungan. Dengan tanggap kondisi diri sendiri, Anda bisa mencegah kemungkinan terburuk. Jadi jangan pernah meremehkan apapun yang Anda alami karena hal tersebut bisa jadi tanda awal.

Demikian informasi tentang cara mencegah kanker serviks yang bisa Anda lakukan sedini mungkin. Tak ada penyakit yang tak ada gejalanya, hanya saja kita cenderung mengabaikannya seolah baik-baik saja dan ketika penyakit sudah mulai terlihat pengobatan sudah terlambat. Sayangi diri Anda sendiri karena tak ada yang tahu seperti apa keadaan Anda jika bukan Anda sendiri. Semoga bermanfaat.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.